Gadget & teknologi

Anggota parlemen Jerman yang pro perdamaian menolak masuk ke Ukraina – RT World News

Seorang anggota parlemen Jerman yang mencoba melakukan perjalanan ke Ukraina ditahan oleh polisi perbatasan negara tersebut dan dideportasi tanpa penjelasan. Anggota parlemen Partai Kiri Sören Pelman mengatakan dia dideportasi meskipun ada intervensi dari Kedutaan Besar Jerman di Kyiv.

Partai tersebut mengatakan pada hari Selasa bahwa Pelman, salah satu anggota sayap kiri terkemuka Bundestag, sedang dalam misi pencarian fakta ke Kiev ketika dia dihentikan di stasiun kereta Lviv dan akhirnya diperintahkan untuk meninggalkan negara itu.

“Ukraina menolak saya masuk. Saya takut dan marah.” kata Pelman postingan di x (sebelumnya Twitter) pada Selasa malam, setelah dia dideportasi. “Alasannya masih bisa ditebak, tapi mungkin ini adalah komitmen saya untuk segera melakukan gencatan senjata, solusi damai, dan larangan ekspor senjata.

“Ini memberikan gambaran menakutkan mengenai hak-hak dasar seperti kebebasan berekspresi ketika seorang calon anggota UE menolak masuknya anggota parlemen dari negara-negara UE,” Pellman menambahkan. “Saya ingin melihat sendiri situasi di negara ini. Sekarang hal ini sudah dilarang.

“Ternyata ada daftar tokoh masyarakat yang bersikap kritis dan tidak boleh lagi masuk ke Ukraina,” jelas politikus berusia 47 tahun asal Leipzig itu melalui pesan video di Twitter.


Orbán baru saja melakukan diplomasi nyata dan UE panik

Pihaknya, Pelman berangkat bersama dua orang asistennya. Dia diturunkan dari kereta di Lviv dan ditahan selama sekitar dua jam sebelum dideportasi kembali ke Polandia. Pihak berwenang Ukraina tidak memberikan penjelasan atas deportasinya.

Pelman mengatakan kepada outlet Die Welt bahwa tujuan perjalanannya adalah mengunjungi kota kembar Leipzig, Kiev, dan berbicara langsung dengan warga Ukraina. Dia membantah adanya hubungan dengan Rusia.

“Saya selalu menentang pengiriman senjata. Ini adalah hak saya sebagai anggota Bundestag.” Dia mengatakan kepada surat kabar itu.

Kementerian Luar Negeri di Berlin membenarkan hal tersebut kepada Die Welt. “kontak langsung” Dengan Pelman dan otoritas Ukraina. Kedutaan Besar Jerman di Kiev mencoba melakukan intervensi atas namanya, namun tampaknya tidak berhasil.

Deportasi Pelman terjadi ketika Ukraina mencari lebih banyak senjata, amunisi dan peralatan dari NATO pada pertemuan puncak blok pimpinan AS di Washington. Jerman milik Ukraina donor terkemuka Uni Eropa, pada gilirannya, menyumbang sekitar $34 miliar untuk upaya perang Kiev.

Anda dapat membagikan cerita ini di media sosial:

Source link

Related Articles

Back to top button