HomeBRI NewsPengumuman Perpanjangan PPKM Darurat Jawa-Bali

Pengumuman Perpanjangan PPKM Darurat Jawa-Bali

Untuk menjawab apakah PPKM di perpanjangan, pemerintah belum secara resmi mencabut kebijakan PPKM Darurat yang sudah berlaku sejak tanggal 3 Juli 2021.

Bagi yang bertanya apakah PPKM Darurat resmi diperpanjang, Presiden Joko Widodo tidak secara eksplisit menyatakan PPKM Darurat diperpanjang.

Sebaliknya, Jokowi juga tidak secara tegas mencabut PPKM Jawa-Bali yang seharusnya berakhir pada 20 Juli 2021.

Jokowi menyatakan berita PPKM terbaru bahwa Keputusan PPKM Darurat baru akan dibuka secara bertahap pada 26 Juli 2021 (Kompas, 21/07/2021).

Adapun pelonggaran PPKM Darurat perpanjangan pada 26 Juli 2021 baru akan dieksekusi apabila tren kasus Covid-19 terus mengalami penurunan.

Meskipun tidak bisa dihindari, Jokowi mengaku pengambilan keputusan PPKM diperpanjang adalah hal yang berat.

Untuk menjawab apakah PPKM Darurat Jawa Bali diperpanjang, berikut ini pernyataan lengkap Jokowi mengenai perpanjangan PPKM Darurat:

Bismillahirrahmanirrahim.

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Salam sejahtera bagi kita semuanya,

Om Swastiastu,

Namo Buddhaya,

Salam Kebajikan.

Bapak, Ibu, dan Saudara-saudara sebangsa dan se-Tanah Air,

Penerapan PPKM Darurat yang dimulai tanggal 3 Juli 2021 yang lalu adalah kebijakan yang tidak bisa kita hindari, yang harus diambil oleh pemerintah meskipun itu sangat-sangat berat.

Ini dilakukan untuk menurunkan penularan Covid-19 dan mengurangi kebutuhan masyarakat untuk pengobatan di rumah sakit. Sehingga tidak membuat lumpuhnya rumah sakit lantaran over kapasitas pasien Covid-19, serta agar pelayanan kesehatan untuk pasien dengan penyakit kritis lainnya tidak terganggu dan terancam nyawanya.

Namun, alhamdulillah, kita patut bersyukur setelah dilaksanakan PPKM Darurat terlihat dari data penambahan kasus dan kepenuhan bed rumah sakit mengalami penurunan.

Kita selalu memantau, memahami dinamika di lapangan, dan juga mendengar suara-suara masyarakat yang terdampak dari PPKM. Karena itu jika tren kasus terus mengalami penurunan, maka tanggal 26 Juli 2021 pemerintah akan melakukan pembukaan secara bertahap.

Pasar tradisional yang menjual kebutuhan pokok sehari-hari, diizinkan dibuka sampai pukul 20.00 dengan kapasitas pengunjung 50 persen. Pasar tradisional selain yang menjual kebutuhan pokok sehari-hari, diizinkan dibuka sampai dengan pukul 15.00 dengan kapasitas maksimal 50 persen. Tentu saja dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat, yang pengaturannya akan ditetapkan oleh pemerintah daerah.

Pedagang kaki lima, toko kelontong, agen atau outlet voucher, pangkas rambut, laundry, pedagang asongan, bengkel kecil, cucian kendaraan, dan usaha kecil lainnya yang sejenis diizinkan buka dengan protokol kesehatan ketat sampai dengan pukul 21.00, yang pengaturannya teknisnya akan diatur oleh pemerintah daerah.

Warung makan, pedagang kaki lima, lapak jajanan, dan sejenisnya yang memiliki tempat usaha di ruang terbuka diizinkan buka dengan protokol kesehatan dengan ketat sampai pukul 21.00 dan maksimum waktu makan untuk setiap pengunjung 30 menit.

Sedangkan kegiatan yang lain pada sektor esensial dan kritikal, baik di pemerintahan maupun swasta, serta terkait dengan protokol perjalanan akan dijelaskan secara terpisah.

Saya minta kita semuanya bisa bekerja sama bahu-membahu untuk melaksanakan PPKM ini, dengan harapan kasus akan segera turun dan tekanan kepada rumah sakit juga menurun.

Untuk itu kita semua harus meningkatkan kedisiplinan dalam menerapkan protokol kesehatan, melakukan isolasi terhadap yang bergejala, dan memberikan pengobatan sedini mungkin kepada yang terpapar. Pemerintah akan terus membagikan paket obat gratis untuk OTG dan yang bergejala ringan yang direncanakan sejumlah dua juta paket obat.

Lalu bagaimana bantuan untuk masyarakat yang terdampak? Untuk meringankan beban masyarakat yang terdampak, pemerintah mengalokasikan tambahan anggaran perlindungan sosial Rp 55,21 triliun berupa bantuan tunai, yaitu BST [Bantuan Sosial Tunai], BLT [Bantuan Langsung Tunai] Desa, kemudian PKH [Program Keluarga Harapan], juga bantuan sembako, bantuan kuota internet, dan subsidi listrik diteruskan. Pemerintah juga memberikan insentif untuk usaha mikro informal sebesar Rp1,2 juta untuk sekitar satu juta usaha mikro.

Dan, saya sudah memerintahkan kepada para menteri terkait untuk segera menyalurkan bansos tersebut kepada warga masyarakat yang berhak.

Saya mengajak seluruh lapisan masyarakat, seluruh komponen bangsa untuk bersatu melawan Covid-19 ini. Memang ini situasi yang sangat berat tetapi dengan usaha keras kita bersama, insyaallah kita bisa segera terbebas dari Covid-19 dan kegiatan sosial, kegiatan ekonomi masyarakat bisa kembali normal.

Terima kasih.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Dengan adanya jawaban apakah PPKM diperpanjang ini, Anda bisa membuat perencanaan dalam menghadapi PPKM Darurat Jakarta dan Bali.

Keputusan PPKM perpanjangan sangat penting untuk menekan laju pertambahan kasus Covid-19 di Indonesia.

Artikel menarik lainnya:

BLT UMKM Cair Setelah PPKM Darurat Diperpanjang

BI Pantau Efek PPKM Darurat Terhadap Dunia Usaha

Syarat Perjalanan Terbaru PPKM Jawa-Bali

Reananda Hidayat Permono
Menyelesaikan Master Degree dari Curtin University, Perth Australia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Populer

Buka eform.bri.co.id/bpum untuk Cek Penerima Bantuan Presiden Usaha Mikro Lewat Hp...

25
Untuk mengecek apakah Anda adalah penerima Bantuan Presiden Usaha Mikro (BPUM) 2020, dapat Anda cek melalui eform.bri.co.id/bpum. Membuka eform BRI Banpres ini sangat praktis, sehingga...