Bank BRI Catat Peningkatan Permintaan Kredit Sektor Pariwisata

86
Dok. BRI

Sejak adanya pelonggaran kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dari pemerintah, Bank BRI mencatat pertumbuhan kredit di sektor pariwisata mulai Juni 2020.

Meski naiknya perlahan, saat ini orang mulai kembali bepergian ke luar kota dan mengisi kamar-kamar hotel.

Secara umum, aktivitas ekonomi masyarakat saat ini juga sudah menggeliat kembali.

Amam Sukriyanto, Corporate Secretary Bank BRI, menyatakan bahwa beberapa destinasi wisata kembali dibuka untuk umum, sehingga membuat permintaan kredit mulai meningkat (Bisnis, 13/08/2020).

Bank BRI memang masih menyalurkan kredit di tengah pandemi Covid-19 untuk menyelamatkan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di sektor pariwisata.

Namun, penyaluran kredit tersebut tetap dilakukan secara hati-hati dengan terlebih dahulu menganalisis potensi bisnis UMKM yang bersangkutan.

Amam menegaskan bahwa Bank BRI tetap menyalurkan kredit secara selektif dan aktif melakukan restrukturisasi kredit kepada nasabah yang terdampak pandemi.

Berdasarkan data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), setelah mengalami pertumbuhan pada April 2020 sebesar 11,1 persen, statistik kredit sektor akomodasi dan penyediaan air minum mengalami perlambatan sebesar 8,23 persen pada Mei 2020.

Sejak awal tahun, pertumbuhan kredit sektor tersebut mampu bertahan di angka dua digit.

Di luar perlambatan penyaluran kredit, dua sektor tersebut tercatat mengalami peningkatan rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL), yakni dari 5,67 persen pada April 2020 naik menjadi 6,21 persen pada Mei 2020.

Artikel menarik lainnya:

Menyelesaikan Master Degree dari Curtin University, Perth Australia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here